skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Apakah Penderita Penyakit Miom Bisa Hamil?

Apakah Penderita Penyakit Miom Bisa Hamil?

Waktu hendak merencanakan kehamilan, beberapa perihal yg mampu menciptakan wanita khawatir. Termasuk Juga, bukti bahwa dirinya mempunyai miom alias fibroid. Apakah sanggup hamil seandainya mempunyai miom?

Buat menjawab pertanyaan tersebut, Tabloid NOVA tanya terhadap Dr. Yassin Yanuar Mohammad Sp.OG dari Hunian Sakit Pondok Indah.

“Apakah miom sanggup mempengaruhi wanita yg berencana hamil? Itu mesti didapati apalagi dulu keadaan miom-nya. dimana lokasinya, berapa ukurannya, setelah itu apa saja keluhan yg ditimbulkan?” terangnya.

Butuh didapati, 80 prosen wanita mempunyai miom dalam hidupnya. Tapi, ada yg mungil sekali se gede biji apel, ada pun yg teramat gede. Ada yg cuma mempunyai satu, ada pun yg mempunyai sekian banyak miom.

Menjadi jikalau Kamu didapati mempunyai miom, janganlah lalu berkecil hati. Faktanya, sebahagian gede wanita yg mempunyai miom masihlah mampu hamil & melahirkan.

4 Fakta yang Wajib Anda Tahu:

  1. Lihat Ukuran & Tempat Miom

“Memang mesti diliat lalu apakah miom tersebut membuatnya susah hamil? Kalau miom di endometrium & menonjol maka mendesak rongga raim, itu ada potensi mengganggu kehamilan. Namun seandainya di dinding rahim atau luar rahim, itu kebanyakan tak jadi kesukaran buat hamil.”

Dia melanjutkan, sebahagian gede wanita yg mempunyai miom tidak mengalami keluhan apa-apa. “Jadi misal satu orang wanita baru tahu dirinya mempunyai miom sesudah beliau hamil, namun sewaktu ini memang lah ga ada keluhan apa-apa, berarti ya memang lah tak apa-apa. Kecuali miomnya gede atau di atas 5 senti meter, itu butuh dipantau lebih intensif.”

Pasalnya, miom berukuran lebih dari 5 centi meter dikhawatidkan sanggup mengganggu pertumbuhan rahim & mendorong janin maka dirinya susah berputar ke arah jalan lahir. “Janinnya sanggup ‘sungsang’,” tambah Yassin.

  1. Sebahagian Miom Kemungkinan Sanggup Hilang Kala Hamil

Di lain sudut, pemantauan kepada miom pula barangkali menunjukkan hasil yg menggembirakan. Sebab, miom juga ada mungkin saja mengalami degenerasi waktu wanita tersebut hamil.

“Karena miom itu kan tumor jinak yg mengenai dgn hormonal. Menjadi kala hamil, ada hormon yg mampu menciptakan miom degenerasi alias menyusut atau melemah. Menjadi ada reaksi yg menciptakan miom tak tumbuh lagi & automatis mati.”

 

Utk sekian banyak miom, tambah Yassin, dirinya memang lah dapat menghilang seiring bersama terhentinya siklus hormonal wanita. “Misal waktu dia hamil, mengonsumsi obat kontrasepsi, menopause, & yang lain.”

  1. Waspada Seandainya Nyeri

Tetapi beliau pula tidak menampik, sebaliknya ada pula potensi miom yg letak & ukurannya riskan berbuntut terhadap pendarahan yg menciptakan nyeri.

Yassin menyambung, miom yg berada di dinding rahim pun butuh diwaspadai sebab sanggup menyebabkan hambatan terhadap dinding rahim yg dapat berkontraksi.

Tapi sekali lagi, Yassin mengimbau para wanita yg mempunyai miom buat tak terlampaui khawatir. Pasalnya, jika miom tidak memunculkan gejala apapun, sebaiknya dia tidak butuh dilakukan penindakan medis.

“Asal, rajin observasi tiap-tiap 6 bln buat menyaksikan pertumbuhannya. Pasalnya, ada 1 prosen potensi miom jadi ganas. Tetapi itu mungil sekali. Pokoknya, tonton keluhan,” ujarnya. Bila terasa hal-hal tidak biasa misal nyeri di lokasi rahim, sebaiknya serentak mengecek.

  1. Pasokan Gizi Janin & Miom Mampu Berebut? MITOS!

Mitos berkaitan kesehatan benar-benar tidak sedikit sekali, termasuk juga yg menyampaikan jika hamil bersama miom sehingga pasokan gizi yg selayaknya buat janin sanggup berebut bersama miom.

Yassin membantah mitos ini. “Tidak sesesumbar itu, sih. Kan, janin telah miliki plasenta sendiri yg fungsinya utk perantara ibu & janin,” tegasnya.

 

5 Tips Sehat Wanita Hamil yang Mengidap Miom:

  1. Banyak istirahat.

Intensitas waktu untuk istirahat harus diperhatikan. Kondisi tubuh yang lemah bisa mengganggu kesehatan janin dan ini bisa mempengaruhi resiko lahir prematur. Oleh karena itu perbanyaklah jam istirahat sejak trimester 1 hingga 3.

  1. Batasi aktivitas.

Sama halnya dengan waktu istirahat, aktivitas pun juga harus dibatasi. Ini bukan berarti Anda tidak diperbolehkan beraktivitas sama sekali, melainkan perlu ada batasan dan jangan sampai terlalu sibuk. Aktivitas padat akan memicu tubuh gampang lelah dan akan mempengaruhi janin lahir sebelum waktunya.

  1. Rutin konsultasi.

Karena dibutuhkan pengawasan yang ketat dari dokter kandungan, maka dibutuhkan waktu konsultasi yang lebih sering. Agar kalau ada gangguan dan perkembangan lain, bisa cepat diatasi. Perlu diperhatikan pula, proses persalinan nantinya haruslah dilakukan di rumah sakit.

  1. Konsumsi makanan bergizi.

Asupana makanan untuk si kecil memang harus diperhatikan, tak terkecuali untuk Anda penderita miom. Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan bergizi dengan jumlah lebih banyak dibandingkan dengan ibu yang normal. Ini sebagai langkah antisipasi bila janin lahir sebelum waktunya, maka bayi akan lahir dengan gizi yang sudah terpenuhi. Banyak mengkonsumsi telur, sayur dan buah-buahan.

  1. Tambahan nutrisi.

Yang terakhir, selain asupan makanan bergizi, tambahan nutrisi seperti vitamin dan obat-obatan nutrisi lainnya yang diberikan dokter sangat dianjurkan. Saat menjelang persalinan, untuk antisipasi pendarahan, bila perlu tambahkan cairan tubuh atau pun darah.

Jadi, tak perlu cemas dan khawatir, yang penting adalah pengawasan yang ketat dari pihak medis dan lakukan apa yang disarankan oleh dokter.

Apa Itu CancerCare?

CancerCare adalah formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit kanker. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama 15 tahun membuat CancerCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

CancerCare memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat membuang racun dalam darah, menghalangi sel kanker agat tidak melakukan pembelahan diri, memberantas sel kanker tanpa merusak sel sehat lainnya.