skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Diet Untuk Penyakit Miom

Diet Untuk Penyakit Miom

Mioma atau Fibroid adalah tumor jinak. Jika kecil, tidak perlu melakukan operasi, tetapi apa yang kita butuhkan tidak membuat baik untuk menjaga sebagai akibat dari faktor makanan atau gaya hidup.

Pengendalian berat badan, diet, dan aktivitas fisik telah diketahui merupakan faktor penting dalam pencegahan dan penanganan berbagai jenis penyakit kanker atua tumor.Periksa berat badan secara teratur seminggu sekali. Bila terjadi penurunan berat badan hingga ½ – 1 kg/minggu, beritahukan dokter/ahli gizi anda.Olahraga secara teratur, hindari stress . Dan Istirahat tidur yang cukup dan berkualitas minimal 7 jam sehari.

Perawatan mioma uteri saat diperbesar dan biasanya banyak awal tidak dirasakan dan disadari oleh pasien. ekspansi ini dapat menyebabkan masalah selama kehamilan, belum lagi berpartisipasi fibroid membesar selama kehamilan, ukuran besar juga bisa menyebabkan rasa sakit dan perdarahan. Sehingga harus operasi pengangkatan fibroid.

Untuk fibroid besar tidak ingin tumbuh, Anda harus memperhatikan konsumsi makanan yang baik untuk orang fibroid, makanan yang dapat dikonsumsi pada pasien dengan mioma.

 

  1. Sebagai petunjuk dalam penyusunan menu memperhatikan aspek gizi yang kita makan berikut tips-tipsnya:
  2. Konsumsi Kacang-kacangan dan hasil olahnya, seperti tempe dan tahu karena didalamnya ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isofalvon. Seperti halnya vitamin C, E dan karotenoid, isoflavon merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikan bebas. Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitu daidzein, glisitein, dan genistein. Pada tempe, di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4 trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai.Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan phytoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat, payudara dan penuaan (aging).Antioksidan ini disentesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus leteus dan Coreyne bacterium.
  3. Pembatasan konsumsi daging merah < 3 x per minggu. Sebagai gantinya kita dapat mengkonsumsi daging putih sepertiikan atau ayam. Produk hewani seperti ikan sebagai sumber lemak esensial omega-3, termasuk yoghurt dan susu rendah lemak sebagai sumber kalsium. sel kanker senang dengan lingkungan asam.
  4. Mengonsumsi beragam sayur, buah, sereal, biji-bijian (grains), dan kacang-kacangan. Makanan ini merupakan sumber serat, vitamin, dan mineral, serta kaya sumber antioksidan. Dianjurkan untuk mengonsumsi bahan makanan ini 5 – 9 porsi setiap hari. Makanan ini dapat menjaga sel-sel tubuh tetap sehat. Peningkatan konsumsi sayur dan buah hingga 5x/hari.

Sayuran seperti Kol boleh dikonsumsi sebagai sumber antioksidan dan anti kanker. Kol kaya akan vitamin C dan vitamin E yang berperan sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas yang dapat menghancurkan sel sehat serta membuang racun dari dalam tubuh. Antosianin, pigmen pemberi warna merah kebiruan pada kol merah juga berperan sebagai antioksidan.Kol memiliki bau khas yang tajam, terutama jika dijus. Bau ini berasal dari komponen sulfur berupa senyawa fitokimia yang disebut indol.

Penelitian membuktikan bahwa indol dapat mencegah kanker payudara dengan cara menghambat hormon estrogen, sehingga memacu tubuh untuk menghasilkan enzim yang menghalangi pertumbuhan sel kanker baru.

Jus kol mentah sudah terbukti efektif untuk mengobati sakit maag. Selain itu, beberapa orang cenderung mengalami kembung setelah makan kol akibat gas yang dihasilkan oleh kol. Untuk mencegah kembung, biasakan mengunyah kol sampai halus, karena pada dasarnya makanan apapun yang tidak tercerna dengan baik dapat menyebabkan terbentuknya gas dalam saluran pencernaan. Atau dijus saja karena zat penyembuhnya lebih banyak keluar jika kol dikunyah halus atau dijus.

  1. Peningkatan asupan serat makanan hingga 25-35 gram/hari. Gunakan makanan tinggi serat larut air seperti: agar-agar, rumput laut, kolang-kaling, cincau, sebagai camilan.
  2. Pilih cara memasak yang sedikit menggunakan minyak/lemak seperti: menumis, merebus, menanak dan memepes
  3. Mengurangi konsumsi lemak, terutama lemak jenuh dan lemak trans, seperti yang banyak terdapat dalam mentega, susu full cream, makanan gorengan, dan daging merah
  4. Label makanan kemasan perlu diperhatikan, terutama kandungan lemak dan tanggal kadaluwarsanya
  5. Disamping itu cukup minum, hindari alkohol dan soft drink, batasi gula dan garam jika ingin mengonsumsi gula sebaiknya pilih madu, gula aren, atau gula kelapa.
  6. Hindari pemanis buatan.
  7. Hindari makanan kalengan, makanan yang diawetkan atau mengandung bahan pengawet.
  8. Hindari mengonsumsi garam meja yang mengandung pemutih dan bahan kimia, sebaiknya mengonsumi garam kasar.
  9. Selain itu, hindari susu sapi dan hasil olahan susu sapi. Susu sapi membuat tubuh memproduksi mucous. ”Kanker makan dari mucous. Jadi, sebaiknya gunakan susu kedelai tanpa pemanis.
  10. Hindari makanan yang dipanaskan dengan microwave, makanan yang dibekukan, dan makanan yang dipanaskan dengan suhu tinggi.
  11. Sering konsumsi makanan yang mengandung Fitokimia,Fitokimia merupakan bahan yang berkhasiat untuk menetralkan radikal bebas. Makanan sumber fitokimia antara lain : bawang merah, bawang putih, teh hijau, susu kedelai, beras kencur, kunir asem dll.

Apa Itu CancerCare?

CancerCare adalah formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit kanker. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama 15 tahun membuat CancerCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

CancerCare memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat membuang racun dalam darah, menghalangi sel kanker agat tidak melakukan pembelahan diri, memberantas sel kanker tanpa merusak sel sehat lainnya.