skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Haruskah Penyakit Miom Dioperasi?

Haruskah Penyakit Miom Dioperasi?

Divonis miom sama dokter kandungan? Tahukah anda bahwa 20%-80% wanita akan terkena miom saat berusia 50 tahun. Harus operasi? Ada obatnya nggak? Kaget dan takut, tapi enggakngerti maksudnya apa.

Itulah yang sering dialami pasien saat dengar dokter mulai mendiagnosis miom. Mungkin teman-teman juga tahu atau sudah pernah mendengar tentang istilah miom, tapi orang-orang seringkali salah mengartikan antara miom dengan kista indung telur atau kista kandungan.

Organ kandungan merupakan bagian dari tubuh wanita yang jarang diperiksakan bila tidak ada keluhan. Namun, seringkali saat keluhan sudah timbul, maka penyakit yang menjadi penyebabnya sudah terlanjur parah dan sulit untuk disembuhkan.

Dengan mengenal anatomi dasar dari organ kandungan wanita, maka diharapkan pembaca dapat lebih sadar akan kesehatan dari organ intim anda satu-satunya.

Mioma pada rahim merupakan tumor jinak yang berasal dari jaringan otot polos rahim, dan letaknya bisa berada di subserosa (bagian luar rahim), submukosa (di bagian dalam rahim), ataupun di dalam otot rahim (intramural).

Sebagian besar mioma tidak menimbulkan gejala yang berarti sehingga tidak memerlukan terapi apapun, namun sebagian kecil sisanya menimbulkan gejala yang memerlukan penanganan medis. Beberapa gejala tersebut antara lain:

  • Pendarahan yang berat dan lama, misalnya saat haid (jumlah darah yang keluar menjadi lebih banyak dan durasi haid memanjang).
  • Nyeri atau rasa tertekan di bagian panggul.
  • Kenaikan berat badan atau pembesaran perut yang abnormal.
  • Nyeri di bagian belakang tungkai.
  • Tekanan pada kandung kemih atau usus besar (dapat menyebabkan frekuensi berkemih meningkat).
  • Nyeri saat berhubungan seksual.

Mioma yang bergejala disarankan diangkat, baik dengan mempertahankan rahim (bagi yang masih ingin hamil) atau bersamaan dengan rahim. Mioma jarang mengalami perubahan menjadi kanker, sehingga jika dibiarkan saja dalam waktu yang lama, khususnya pada mioma tanpa gejala, tidaklah berbahaya.

Mioma juga memiliki kecenderungan untuk mengecil (regresi) paska menopause, sehingga gejala-gejala terkait mioma juga akan membaik seiring degan regresi tersebut.

Pada kondisi yang Ibu tanyakan, perlu dilihat kembali apakah rasa nyeri tersebut masih bisa diatasi dengan obat-obatan antinyeri ataukah tidak, dan seberapa besar ukuran tumor serta dampaknya bagi organ sekitarnya maupun kualitas hidup Ibu.

Jika memang rasa nyeri hanya terjadi di saat haid, dan nyeri tersebut bisa dikontrol dengan obat-obatan, maka menurut kami, operasi belum perlu untuk dilakukan, karena kondisinya tidak berbahaya.

Kalaupun rasa nyeri sangat intens, sehingga sangat mengganggu kualitas hidup Ibu sehari-hari, maka operasi yang dilakukan hanya untuk mengangkat jaringan miom tanpa disertai rahim. Operasi tersebut dilakukan lebih untuk menjaga kualitas hidup Ibu, dan bukan karena bahaya fatal yang ada.

Namun jika ternyata ukuran mioma telah cukup besar untuk merusak anatomi asal rahim, menimbulkan rasa nyeri sekaligus gangguan pada organ sekitarnya seperti kandung kemih dan usus besar, dan gangguan tersebut memang terbukti ada, maka operasi pengangkatan miom sekaligus rahim dapat dipertimbangkan.

Namun kami tetap menyarankan Ibu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan lain (second opinion) untuk mengetahui jalan keluar terbaik bagi kondisi yang Ibu alami saat ini. Mioma uteri seringkali tidak bergejala.

Biasa gejala baru timbul setelah diketahui ada penekanan dari mioma uteri ke organ di sekitarnya seperti usus, saluran kencing atau kantung kencing sehingga memunculkan sensasi berat atau penuh di perut bawah.

Benjolan di perut dapat dirasakan saat rahim sudah berukuran besar. Beberapa wanita dengan mioma uteri sering juga datang dengan keluhan perdarahan haid banyak, baik dengan rasa nyeri maupun tanpa rasa nyeri. Selain itu, wanita dengan mioma uteri kadang memiliki kesulitan untuk hamil.

Apa Itu CancerCare?

CancerCare adalah formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit kanker. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama 15 tahun membuat CancerCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

CancerCare memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat membuang racun dalam darah, menghalangi sel kanker agat tidak melakukan pembelahan diri, memberantas sel kanker tanpa merusak sel sehat lainnya.